Pengalaman Menjadi Seorang Guru


Menjadi seorang guru sangat banyak tantangannya. Menjadi seorang guru tidaklah mudah, kita harus memahami banyak karakter anak didik kita, apalagi mereka mempunyai  latar belakang yang beragam, yang tidak mungkin setiap hari mempunyai permasalahan yang kadang akan terbawa ke sekolah.

Anak didik adalah amanah yang harus kita bimbing sehingga menjadi generasi yang berpotensi dan mempunyai harkat dan martabat yang bisa mengemban sebagai generasi bangsa, itulah yang membuat saya berusaha ingin membuat mereka lebih baik lagi.
Begitu banyak suka dan dukanya selama ini yang dapat saya ambil hikmahnya. Ketika pertama kali mengajar perlu banyak kesabaran, apalagi mengajar di SD. Awalnya Mengajar di salah satu sekolah swasta yang katagorinya menengah ke bawah, dengan fasilitas , sarana dan prasarana yang masih sangat terbatas, disinilah tantangan buat saya, bagaimana caranya agar sekolah ini  menjadi sekolah yang maju dan berkualitas.

Setiap saat saya selalu memberikan semangat kepada mereka untuk meraih cita-cita dengan semangat belajar  karena belajar mencari ilmu tidak mengenal waktu dan usia, siapapun dan di manapun.
Tujuan  memberikan pelajaran adalah untuk menerapkan hal-hal yang diberikan kepada anak didik supaya bisa dipahami. Ketika mengajar kadang kita merasa kesal karena anak didik tidak bisa diam mengikuti pelajaran , ada yang berlari-larian , ada yang mengganggu temannya sehingga temannya menangis, ada yang lebih parah lagi ada anak didik yang sampai buang air besar di dalam kelas. Tugas guru sangat berat karena guru harus bisa memberikan pelajaran yang tadinya tidak bisa membaca dan menulis sampai bisa membaca dan menulis . tidak semua anak didik memperhatikan apa yang saya jelaskan, tapi ada juga anak yang cepat tanggap dan mengerti atas pelajaran yang saya berikan. Hal itu membuat saya sangat senang sekali sehingga menjadi cambuk untuk saya agar bisa mengajar anak didik yang lainnya yang kurang tanggap menjadi tanggap.

Kita menjadi guru dituntut profesional , sehingga saya ketika mengajar selalu memberi contoh yang baik kepada anak didik dengan cara berpenampilan yang baik, perilaku yang baik, berbicara yang sopan. Kita sebagai guru banyak kendala- kendala dalam proses belajar mengajar, salah satunya dalam hal pengusaan materi, sarana dan prasarana dan lingkungan dimana kita mengajar. Setiap mengajar sebelumnya saya menyiapkan rencana pembelajaran, metode apa yang akan saya pakai , alat peraga apa yang akan saya gunakan, sehingga ketika proses belajar mengajar anak tidak merasa bosan, terkadang pelajaran di mulai dengan nyanyian setelah membaca doa.

Suatu hari pelajaran tema cuaca, saya mengajari anak-anak lagu seputih awan, dengan gerakan tubuh, anak-anak sangat senang sekali, mereka maju kedepan kelas secara kelompok, kompak dan  penuh semangat. Penampilan mereka saya videoin dan saya kirim ke group kelas. Orang tua senang dan antusias melihat penampilan anak-anaknya.



Hari berikutnya saya mengajar tentang keragaman budaya Indonesia, anak- anak saya tugaskan mencari dan mengumpulkan gambar-gambar yang berhubungan dengan budaya dan ciri khas suatu daerah, misal Provinsi DKI Jakarta ada gambar ondel-ondel, monas, rumah adat, makanan kerak telor, dodol, gado-gado, Alat music gambang kromong, senjata golok, tari yapong.

Gambar-gambar itu ditempel di gabus dan diberi keterangan, lalu anak-anak mempresentasikan di depan kelas secara kelompok. Kegiatan inipun saya videoin dan saya share ke group kelas dan di posting di FB. Itu adalah salah satu cara saya agar anak didik tambah semangat dalam belajar.

Beberapa hari yang lalu ada salah satu teman mereka yang ingin pindah sekolah karena orang tuanya pindah tugas. Pada hari itu saya sampaikan kepada anak-anak bahwa teman kalian yang bernama Amelia Danny akan pindah sekolah, saya ceritakan kebaikan- kebaikan Amelia dan Amelia adalah termasuk anak yang cerdas, tidak banyak tingkah, rajin dan suka membantu teman, saya katakana kepada anak-anak yang lain sikap Amelia patut dicontoh dan ditiru.

Mulai besok Amelia tidak sekolah lagi di sekolah kita, lalu anak-anak merasa sedih dan menangis, mereka saling berpelukan. Itulah bekersamaan di kelas kami, rasa sayang dan kebersamaan sangat melekat di hati anak-anak dan guru.

Mengajar menurut saya adalah merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan, walaupun terkadang melelahkan. Namun, semua itu tidak mengurungkan niat saya sebagai pengajar untuk terus mengajar dan membimbing anak-anak didik, karena jika anak- anak berhasil dan mendapat prestasi belajar yang memuaskan , kita sebagai pengajar tentunya akan merasa senang dan bahagia dan perjuangan kita sebagai guru tidak sia-sia.

Seperti pengalaman saya dalam mengajar dan mendidik banyak cerita baik suka maupun duka , bermacam-macam karakteristik. Kita sebagai pendidik harus bisa memahami karakteristik anak didik kita. Dengan memahami karakteristik kita bisa mengetahui bagaimana cara menghadapi anak tersebut. Apalagi pada kelas bawah, pengajar dituntut untuk memiliki sikap lemah lembut, bisa mengayomi dan penuh pengertian, karena anak-anak masih dalam transisi.

Dengan keberagaman karakteristik anak didik, kita sebagai pengajar akan mendapatkan ilmu yang sangat berharga, dan dipertemukan dengan sekolah dengan ragam budaya dan karakter yang berbeda.
Untuk anak yang masih belum lancar membaca, saya mengabil waktu tambahan yaitu setelah pulang sekolah. Dengan semakin sering dilatih , anak-anak semakin lancar membacanya.
Keberhasilan peserta didik adalah tanggung jawab kita bersama, dengan bekerja keras kita dapat mengambil hikmahnya dan mendapat hasil yang baik pula. Tetapi tidak itu saja selain keberhasilan peserta didik dalam bidang akademik, keberhasilan dalam sikap dan karakterpun menjadi tujuan utama yang sangat penting.

Hal yang menarik yang saya rasakan adalah ketika acara pengambilan rapot. Di acara tersebut kita bisa bertatap muka dengan orang tua dari anak didik yang kita ajar. Kita juga bisa memberitahukan kepada orang tua, kekurangan dan kelebihan anak tersebut, tetapi tidak semua orang tua mau menerima kekurangan anaknya, itulah tugas kita harus mempunyai data-data atau bukti otentik yang dapat ditunjukan kepada orang tua agar orang tua bisa menerima dengan lapang dada. Tetapi banyak juga orang tua yang mau menerima kekurangan dan kelebihan anaknya, mereka mengucapkan terima kasih kepada saya karena telah membimbing dan mendidik anak-anak mereka, harapan saya dan orang tua sama, menginginkan anakdidik kita menjadi anak yang cerdas, dan berakhlak mulia, anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Setelah pembagian rapot, hari libur telah tiba. Hari yang ditunggu-tunggu karena selama hari efektif saya jarang berkumpul dengan keluarga, waktu liburan saatnya kita bersama keluarga. Alhamdulillah saya bersama keluarga, orang tua suami, anak, cucu, adik dan ipar liburan ke Yogyakarta. Disana kami mengunjungi tempat-tempat wisata yang bagus, seperti pantai Parangtritis, alun- alun, Malioboro, Candi boko.

Kami liburan selama 5 hari di Yogyakarta. Liburan kami sekeluarga sangat berkesan. Inilah pengalaman saya selama mengajar, semoga bermanfaat bagi saya khususnya dan bermanfaat bagi yang membacanya. 

Terima Kasih 😊

Komentar